Bahaya Kecelakaan Kerja Konstruksi Tinggi, Ini Penerapan K3 Untuk Menghindarinya

Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan Kerja atau K3 sebagai salah satunya faktor yang penting dipahami beberapa karyawan, ditambah karyawan konstruksi yang mempunyai risiko kerja tinggi. Walau demikian, K3 bukan hanya penting dipahami oleh karyawan saja, tetapi keluarga, customer dan orang yang lain terkait dengan situasi keadaan kerja.

Lokasi kerja yang beresiko seperti konstruksi, pertambangan, manufaktur, sampai pertanian membutuhkan usaha khusus supaya keselamatan pekerjanya dapat terbangun. Tiap tenaga kerja mempunyai hak memperoleh pelindungan atas keselamatannya saat lakukan tugas . Maka, dalam artikel ini kali #PakJago akan membahas mengenai K3 khususnya dalam sektor konstruksi.

Etika, Manfaat, dan Arah K3

Ada tiga etika yang perlu dimengerti dalam K3. Adalah ketentuan yang terkait dengan keselamatan dan kesahatan kerja. Ke-2 , ketentuan diaplikasikan membuat perlindungan tenaga kerja. Paling akhir, risiko kecelakaan dan penyakit yang kemungkinan terjadi karena kerja.

K3 dibutuhkan untuk memiara kesehatan dan lingkungan tenaga kerja. Disamping itu untuk membuat tempat kerja yang aman, sehat, dan terlepas dari risiko kecelakaan kerja. Tidak itu saja, K3 mempunyai tujuan untuk menghindar terjadi rugi korban, dan bertindak pengaturan kecelakaan yang kemungkinan terjadi di lokasi kerja.

Bila K3 diaplikasikan secara benar, lingkungan kerja jadi sehat dan jauh dari pencemaran untuk warga sekitaran. Kontraktor dapat lakukan mengantisipasi dan rencana pengendalian apa jika terjadi kecelakaan kerja. Dengan demikian, keselamatan tenaga kerja bisa terlindung dan performa dapat semakin produktif.

Bahaya Kecelakaan Kerja

Ada dua tipe bahaya yang banyak terjadi di dunia kerja. Bahaya teknisi atau permesinan yang banyak terjadi dalam industri manufaktur, pertambangan, konstruksi dan pertanian. Kehadiran mesin besar yang mengikutsertakan kecepatan tinggi, ujung yang tajam sampai permukaan yang panas mempunyai potensi mencederai karyawan bila keamanannya tidak dijaga.

Kondisi fisik tempat kerja yang tidak mencukupi dapat memunculkan bahaya kerja. Faktor fisik tempat kerja seperti sirkulasi, pintu masuk, sampai aliran air bisa mencelakakan keselamatan karyawan. Tangka kebisinga, temperatur udara, dan saluran listrik jadi hal yang pantas dicurigai oleh tenaga kerja.

Itu kenapa perlengkapan pelindungan keselamatan harus dipakai sepanjang bekerja untuk kurangi risiko kecelakaan kerja. Misalkan saja memakai helm keselamatan, penutup telinga, masker, atau kacamata.

K3 dalam Konstruksi

Tahukah, Teman dekat, K3 dalam project konstruksi terbagi dalam 3 sisi. Yaitu keamanan mesin, kemanan lokasi, dan keamanan perseorangan. Selainnya bahaya teknisi dan fisik, juga manusia jadi salah stu factor yang bisa menyebabkan kecelakaan konstruksi. Karena itu, keadaan kesehatan tenaga kerja, training dan pemantauan penting dilaksanakan.

Penerapkan K3 dalam project konstruksi bisa dilaksanakan dengan banyak hal. Pertama, mengenali persoalan yang kemungkinan bisa terjadi di lingkungan kerja. Selanjutnya lakukan penilaian kekuatan bahaya sekalian tentukan cara agar terbebas dari bahaya itu. Dalam kata lain lakukan pengendalian dan pencegahan kecelakaan.

Seterusnya, implemantasikan program yang sudah dibikin dalam aktivitas kerja. Mengaplikasikan konsep yang bisa meghindarkan karyawan dari kecelakaan. Paling akhir, dengan pemantauan performa tenaga kerja, dan pelaksaan konsep K3 yang sudah diatur.

Ketahui risiko tugas adalah hal yang perlu diakui oleh tiap karyawan. Dengan demikian, risiko kecelakaan kerja karena faktor manusia bisa turun. Keselamatan kerja harus juga senatiasa dijaga oleh seluruh pihak.