Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Mengenal Produktivitas Kerja

kesehatan dan keselamatan kerja serta mengenal produktivitas kerjakesehatan dan keselamatan kerja serta mengenal produktivitas kerja – Keselamatan Kerja adalah unsur yang sangat diperhatikan di dunia industri modern khususnya bagi yang berstandar internasional. Keadaan kerja bisa dikendalikan untuk kurangi bahkan juga hilangkan kesempatan berlangsungnya kecelakaan dalam tempat kerja. Kecelakaan serta keadaan kerja yang tidak aman menyebabkan pada beberapa luka pekerja, penyakit, cacat, bahkan juga kematian. Serta harus diperhatikan adalah hilangnya efisiensi serta produktivitas pekerja serta perusahaan. Sekarang ini seputar 7 orang dari 100 pekerja penuh (full time) yang kerja di bidang swasta tiap tahunnya di Amerika alami kecelakaan atau penyakit dalam tempat kerja. Di dunia seputar 2,8 juta kasus menyebabkan hilangnya waktu berproduksi serta tiap tahunnya juga 6000 pekerja meninggal dunia karena kecelakaan dalam tempat kerja.

Ketentuan perundang-undangan yang mengendalikan mengenai keselamatan kerja ialah UU No. 1 tahun 1970. Undang-undang ini mengendalikan mengenai keselamatan kerja dalam semua tempat kerja, baik di darat, di tanah, di permukaan air, di air atau di udara, yang ada di daerah kekuasaan hukum Republik Indonesia.

Dengan ketentuan perundangan-undangan diputuskan kriteria keselamatan kerja untuk:

  1. Mencegah serta kurangi kecelakaan;
  2. Mencegah, kurangi serta memadam kan kebakaran;
  3. Mencegah serta kurangi bahaya peledakan;
  4. Memberikan peluang atau jalan selamatkan diri pada saat kebakaran atau kejadiankejadianlain yang beresiko;
  5. Memberikan pertolongan pada kecelakaan;
  6. Memberikan beberapa alat perlindungan diri pada beberapa pekerja;
  7. Mencegah serta mengatur muncul atau menebar luasnya suhu, kelembapan, debu, kotoran, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca, cahaya atau radiasi, suara serta getaran;
  8. Mencegah serta mengatur munculnya penyakit karena kerja baik physik atau psychis, peracunan, infeksi serta penyebaran;
  9. Mendapatkan penerangan yang cukup serta sesuai dengan;
  10. Mengadakan suhu serta lembab udara yang baik;
  11. Mengadakan penyegaran udara yang cukup;
  12. Pelihara kebersihan, kesehatan serta keteraturan;
  13. Mendapatkan kecocokan di antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, langkah serta proses kerjanya;
  14. Amankan serta memperlancar pengangkutan orang, binatang, tanaman atau barang;
  15. Amankan serta pelihara semua type bangunan;
  16. Amankan serta memperlancar pekerjaan bongkar-muat, perlakuan serta penyimpanan barang;
  17. Mencegah terserang saluran listrik yang beresiko;
  18. Menyeseuaikan serta menyempurnakan perlindungan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya jadi bertambah tinggi.

Pengendalian K3 dalam Perusahaan

Satu perusahaan mempunyai kewajiban-kewajiban di manajemen keselamatan kerja, yakni :

Safety Policy

Mendeskripsikan kebijakan umum satu perusahaan di hal keselamatan kerja.

Organisation/Management Commitment

Merinci tanggung jawab manajemen di tiap level serta berbentuk tindakan keseharian.

Accountability

Memberikan indikasi beberapa hal yang bisa dikerjakan oleh bawahan untuk jamin keselamatan kerja.

Skema Manajemen Keselamatan serta Kesehatan Kerja (SMK3) dengan normatif seperti ada pada PER.05/MEN/1996 masalah 1, ialah sisi dari skema manajemen keseluruhnya yang mencakup susunan organisasi, rencana, tanggungjawab, penerapan, mekanisme, proses serta sumber daya yang diperlukan bagi peningkatan, aplikasi, perolehan, pengkajian serta perawatan kebijaksanaan Keselamatan serta kesehatan kerja dalam rencana pengaturan efek yang terkait dengan pekerjaan kerja untuk terciptanya tempat kerja yang aman, efektif serta produktif.

Sedang menurut OHSAS 18001, SMK3 (OH&S Management Sistem) ialah sisi dari skema manajemen organisasi yang dipakai untuk meningkatkan serta menerapkan kebijaksanaan K3 serta mengurus risiko K3 dalam organisasi.

SMK3 ialah skema manajemen yang terintergrasi untuk jalankan serta meningkatkan kebijaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang sudah diputuskan perusahaan dan mengatasi risiko bahaya yang mungkin berlangsung di perusahaan.

Sebab SMK3 tidak cuma tanggung jawab pemerintah, warga, pasar, atau dunia internasional saja dan juga tanggung jawab entrepreneur untuk menyiapkan tempat kerja yang aman bagi pekerjanya. Diluar itu aplikasi SMK3 memiliki banyak manfaat bagi industri diantaranya :

  1. Kurangi jam kerja yang hilang karena kecelakaan kerja.
  2. Menghindarkan kerugian material serta jiwa karena kecelakaan kerja.
  3. Membuat tempat kerja yang efektif serta produktif sebab tenaga kerja merasakan aman bekerja.
  4. Tingkatkan image market pada perusahaan.
  5. Menciptakan hubungan yang serasi bagi karyawan serta perusahaan. Perawatan pada mesin serta perlengkapan makin baik, hingga membuat usia alat makin lama.
SHARE