Keselamatan dan Kesehatan Kerja OHSAS 18001

Resultado de imagem para ohsas 18001
Source : Google Image

Apa itu OHSAS 18001? OHSAS 18001 merupakan standard sistem manajemen keselamatan kerja dan kesehatan kerja (K3) yang saat ini paling banyak diterapkan beberapa organisasi di seluruh dunia.

Sudah begitu banyak safety management sistem yang dikembangkan berbagai lembaga atau institusi di seluruh dunia. Misalnya di Indonesia. Pemerintah Indonesia menunjukkan prinsip dalam upaya menegakkan sistem keselamatan kesehatan kerja dengan menerbitkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) No. 05/Men/1996. Demikian halnya negara Malaysia dan Thailand dan negara-negara lain. Pemerintah Malaysia menerbitkan UU K3 dan pemerintah Thailand merilis standard kesehatan keselamatan kerja TIS 18001.

Berbagai negara meningkatkan sistem manajemen keselamatan kerja dan kesehatan kerja ini dengan tujuan yang sama, yaitu sebagai panduan mengelola bahaya yang timbul akibat operasional perusahaan.

Banyaknya standard sistem manajemen keselamatan kerja yang berlaku di seluruh dunia mendorong timbulnya keinginan membuat standard K3 yang dapat digunakan secara global. Maka, terbitlah standard sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) OHSAS 18001.

Standard OHSAS 18001 disusun oleh OHSAS Project Grup yang merupakan konsorsium 43 organisasi. Tim yang menerbitkan OHSAS ini membuat standard keselamatan dan kesehatan kerja dalam dua dokumen, pertama, OHSAS 18001, standard yang memuat kriteria sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja K3 dan ke duaOHSAS 18002, standard yang memuat panduan penerapan OHSAS 18001.

OHSAS 18001 memuat beberapa kriteria yang sifatnya generik. Generik agar standard keselamatan dan kesehatan kerja ini dapat diaplikasikan oleh berbagai organisasi dengan sifat, skala kegiatan, resiko dan lingkup kegiatan organisasi. Organisasi, baik industri manufaktur ataupun perusahaan jasa, dapat menerapkan sistem keselamatan kerja OHSAS 18001.

Elemen sentral OHSAS 18001 adalah manajemen resiko. Manajemen resiko meliputi beberapa aspek seperti penentukan konteks, identifikasi resiko, analisa resiko, evaluasi resiko, pengendalian resiko, komunikasi dan proses monitoring dan kaji ulang. Jadi, sebelum mengembangkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja OHSAS 18001 sebaiknya dipelajari terlebih dulu manajemen resiko.

OHSAS 18001 ditujukan kepada perusahaan yang ingin memiliki sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang berguna menghilangkan atau mengurangi tingkat resiko yang menimpa karyawan atau pihak-pihaklain yang terkena dampak operasional perusahaan, menerapkan dan memelihara sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja secara kontimyu dan melalukan sertifikasi atau self assesment.

Tujuan didirikan perusahaan diketahui meraih keuntungan (profit). Mencapai tujuan itu hanya bisa terealisasi bila memiliki sistem manajemen yang efektif. Banyak faktor yang mendukung tercapainya sistem yang efektif. Selain faktor tehnologi dan mutu, berbagai faktor lain juga harus diperhitungkan yaitu faktor lingkungan dan segi keselamatan dan kesehatan kerja.

Oleh karenanya, sistem kesehatan dan keselamatan OHSAS 18001 harus diintegrasikan dengan sistem manajemen perusahaan. SMK3 tidak boleh berdiri sendiri dan terpisah dari sistem manajemen perusahaan. Hal semacam ini dipersyaratkan OHSAS 18001, sistem keselamatan dan kesehatan kerja wajib sejalan dengan visi dan misi perusahaan.

Tujuan penerapan OHSAS 18001 mengurangi dan mencegah kecelakaan kerja yang bisa menimbulkan cidera atau kerugian materi dan sekaligus memberikan perlindungan kepada karyawan. Dampak positif penerapan OHSAS 18001 dapat mengurangi angka kecelakaan kerja. Jika terjamin keselamatan, keamanan dan kesehatan selama bekerja, karyawan akan bekerja maksimal dan akan berdampak terhadap barang atau jasa yang dihasilkan dan kepuasan pelanggan. Selain itu, dengan adanya jaminan K3 kepada karyawan, loyalitas terhadap perusahaan meningkat.

SHARE

LEAVE A REPLY