Keutamaan Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Perusahaan

Keutamaan Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di PerusahaanDi dunia kerja seringkali kita dengar arti K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). K3 adalah usaha perlindungan diri untuk mencegah berlangsungnya kecelakaan serta penyakit akibat kerja dan pemantauan di lingkungan kerja. Berdasar data dari BPJS (Badan Pelaksana Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan menjelaskan jika angka kecelakaan kerja terus bertambah. Sudah tercatat 123 ribu masalah kecelakaan kerja di sepanjang tahun 2017.

“Selama 2017, menurut statistik kami berlangsung kenaikan kecelakaan kerja kira-kira 20 % dibanding 2016 dengan cara nasional,” kata Direktur Service BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif. Ini mengisyaratkan rendahnya kesadaran beberapa karyawan dalam mengaplikasikan Keselamatan serta Kesehatan Kerja.

K3 harus diaplikasikan di semua perusahaan khususnya yang beroperasi di sektor industri. Umumnya di perusahaan industri efek kecelakaan kerjanya semakin besar sebab terkait dengan beberapa mesin serta alat berat. Dalam UU No. 1 Tahun 1970 tercatat jika tujuan dari K3 ialah mencegah terjadinya kecelakaan atau sakit sebab aktivitas kerja serta memakai setiap sumber produksi dengan aman dan efektif. Berikut inilah peranan serta tujuan umum dari K3 perlu diaplikasikan di perusahaan.

1. Membuat perlindungan serta memelihara kesehatan serta keselamatan tenaga kerja supaya performanya bisa meningkat.

2. Memastikan dan menjaga kesehatan serta keselamatan semua tenaga kerja yang berada di lingkungan kerja.

3. Pastikan semua sumber produksi terpelihara secara baik dan bisa dipakai dengan cara aman serta efektif.

Kesehatan serta Keselamatan Kerja di perusahaan harus diaplikasikan supaya karyawan bisa bekerja dengan aman, nyaman, dan pada keadaan sehat. Disamping itu, jika K3 betul-betul diaplikasikan dengan optimal akan kurangi kerugian fisik serta finansial buat perusahaan serta karyawan. Implikasi K3 jadi tolak ukur atau referensi dalam membuat SOP (Standar Operating Procedures) supaya perusahaan bisa mengenali serta menilai sisi proses mana yang penting diperbarui untuk hindari kecelakaan kerja. Beberapa karyawan industri harus juga diberi APD (Alat Pelindung Diri) yang berperan membuat perlindungan diri dari beberapa atau semua kekuatan bahaya dalam tempat kerja. Apa bentuk APD yang sesuai standard K3? Salah satunya ialah helm, sabuk pengaman (safety belt), sepatu boot, sepatu pengaman (safety shoes), masker, penyumbat telinga (ear socket), penutup telinga (ear muff), kacamata pengaman (safety glass), sarung tangan, pelindung muka, pelampung, dan lain-lain.

Pastikan dan mengawasi kinerja beberapa karyawan ialah pekerjaan perusahaan. Perusahaan bisa tempatkan supervisor setiap divisi supaya semua proses produksi berjalan mulus tanpa ada kendala serta bisa memantau performa semua karyawan. Cara mudah serta praktisnya dapat dengan manfaatkan teknologi sekarang ini seperti kamera CCTV. Dengan begitu, proses kerja masih aman serta teratasi. Bila ada insiden yang tidak diharapkan dapat diatasi perusahaan secara cepat serta efisien.