Kewajiban dan Hak Bagi Tenaga Kerja Dalam K3

kewajiban dan hak bagi tenaga kerja dalam k3kewajiban dan hak bagi tenaga kerja dalam k3 – Keselamatan serta kesehatan kerja (K3) : Apa yang menjadi kewajiban serta hak dari tenaga kerja serta pengurus/pengawas? Apa jenis kecelakaan kerja?

Keselamatan serta Kesehatan Kerja itu ditujukan untuk siapa?

Kesehatan dan Keselamatan pekerja dijamin keselamatannya berdasarkan UUD. Pekerja yang bekerja di segala tempat kerja, baik di tanah, di darat, di permukaan air, di air ataupun di udara, yang ada di daerah kekuasaan hukum Republik Indonesia. Jadi pada dasarnya, tiap pekerja di Indonesia memiliki hak atas jaminan keselamatan serta kesehatan kerja.

Apa yang menjadi kewajiban serta hak dari tenaga kerja terkait dengan Keselamatan serta Kesehatan Kerja?

Menurut pasal 12 UU No.1 tahun 1970 mengenai Keselamatan serta Kesehatan Kerja, kewajiban serta hak tenaga kerja ialah seperti berikut :

  • Memberi keterangan yang benar jika diminta oleh pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja
  • Menggunakan alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan
  • Memenuhi serta mentaati semua kriteria keselamatan serta kesehatan yang diwajibkan
  • Minta pada Pengurus supaya dilakukan semua syarat keselamatan serta kesehatan yang diwajibkan
  • Menyampaikan keberatan kerja pada pekerjaan dimana ketentuan keselamatan serta kesehatan kerja dan alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan diragukan olehnya terkecuali dalam beberapa hal khusus ditentukan lain oleh pegawai pengawas dalam batas-batas yang masih bisa dipertanggung-jawabkan.

Apa tugas pengurus/pengawas dalam soal keselamatan serta kesehatan kerja?

Yang perlu diketahui Pengurus atau Pengawas adalah orang yang memiliki pekerjaan memimpin langsung suatu tempat kerja atau bagiannya yang berdiri sendiri. Berdasarkan pasal 8, 9, 11 serta 14 Undang – Undang No. 1 tahun 1970 mengenai Keselamatan serta Kesehatan Kerja Pengurus bertanggungjawab untuk :

  • Pemeriksaan kesehatan tubuh, potensi fisik dan situasi mental dari tenaga kerja yang akan diterimanya ataupun akan dipindahkan sesuai sifat – sifat pekerjaan yang diberikan kepadanya.
  • Mengecek semua tenaga kerja yang berada dibawah pimpinannya, dengan berkala pada
  • Dokter yang ditunjuk oleh Pengusaha serta dibenarkan oleh Direktur
  • Menunjukkan serta menjelaskan pada setiap tenaga kerja baru mengenai :
  • Beberapa kondisi serta bahaya-bahaya dan apa yang bisa muncul dalam tempat kerjanya
  • Semua perlindungan serta alat – alat perlindungan yang diwajibkan dalam semua tempat kerjanya
  • Alat-alat perlindungan diri bagi tenaga kerja yang berkaitan
  • Beberapa cara serta sikap yang aman dalam melakukan tugasnya
  • Bertanggungjawab dalam mencegah kecelakaan serta pemberantasan kebakaran dan peningkatan keselamatan serta kesehatan kerja, juga dalam pemberian pertolongan pertama dalam kecelakaan.
  • Memberikan laporan setiap kecelakaan yang berlangsung dalam tempat kerja yang dipimpinnya, pada pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja.
  • Dengan tertulis menempatkan dalam tempat kerja yang dipimpinnya, semua ketentuan keselamatan kerja yang diwajibkan, sehelai Undang-undang ini serta semua ketentuan pelaksanaannya yang berlaku bagi tempat kerja yang berkaitan, pada beberapa tempat yang mudah dilihat dan terbaca serta menurut panduan pegawai pengawas atau pakar kesehatan kerja

Apa beberapa jenis Kecelakaan yang bisa terjadi di bidang industri?

Elektronik (manufaktur)

  • Teriris, terpotong
  • Terlindas, tertabrak
  • Berkontak dengan bahan kimia atau bahan beresiko lainnya
  • Kebocoran gas
  • Berkurangnya daya pendengaran, daya penglihatan

Produksi metal (manufaktur)

  • Terjepit, terlindas
  • Tertusuk, terpotong, tergesek
  • Jatuh terpeleset
  • Berlangsungnya kontak antara kulit dengan cairan metal, cairan non-metal

Petrokimia (minyak serta produksi batu bara, produksi karet, produksi karet, produksi plastik)

  • Terjepit, terlindas
  • Teriris, terpotong, tergores
  • Jatuh terpeleset
  • Tertabrak
  • Terkena benturan keras
  • Terhirup atau berlangsungnya kontak antara kulit dengan hidrokarbon serta abu, gas, uap steam, asap serta embun yang beracun

Konstruksi

  • Kemungkinan jatuh dari ketinggian
  • Kejatuhan barang dari atas
  • Terinjak
  • Terkena barang yang roboh, rubuh
  • Berkontak dengan suhu panas, suhu dingin, lingkungan yang beradiasi pengion serta non pengion, bising
  • Terjatuh, terguling
  • Terjepit, terlindas
  • Tertabrak
  • Terkena benturan keras

Apa K3 ada hubungannya dengan BPJS Ketenagakerjaan?

Sudah pasti ada, sebab K3 tersebut ialah elemen yang menjadi bagian dari BPJS Ketenagakerjaan. Dalam hal ini, K3 yang dapat disiapkan perusahaan contohnya alat keselamatan kerja seperti helm, rompi, sepatu, dll. BPJS Ketenagakerjaan adalah program yang diperuntukkan untuk memberi dukungan pelaksanaan skema K3 dalam tiap perusahaan, yang tidak bisa langsung disiapkan perusahaan. Seperti Agunan Kecelakaan Kerja (JKK), Agunan Hari Tua, Agunan Pensiun serta Agunan Kematian (JK).