Mengenal Potensi Bahaya di Tempat Kerja

Ketidakberhasilan dalam mengidentifikasi serta mengenali kekuatan bahaya dalam tempat kerja dapat berakibat fatal.

Mengapa?

Sebab banyak kecelakaan kerja yang berlangsung akibat dari ketidakberhasilan pada proses ini. Tidak berhasil dalam mengidentifikasi potensi bahaya dalam tempat kerja berarti tidak berhasil juga dalam mengatur risiko yang berkaitan dengannya.

Bagaimana mungkin berencana pengendalian bahaya, bila potensi bahayanya saja tidak dapat kita ketahui, benarkan?

Nah, tidak terkendalinya potensi bahaya ini akan mengakibatkan peluang berlangsungnya resiko jadi besar.

Oleh karena itulah, kemampuan untuk mengenal kekuatan bahaya dalam tempat kerja jadi penting. Sebab dia jadi sisi yang tidak dipisahkan dalam usaha mencegah terjadinya kecelakaan kerja.

Pada artikel kali ini kita tidak mengulas bagaimana cara melakukan identifikasi kekuatan bahaya dalam tempat kerja secara detail.

Namun yang akan kita ulas ialah daftar kekuatan bahaya umum yang ada dalam tempat kerja. Dari daftar itu nanti anda dapat melakukan penilaian, kurang lebih potensi bahaya yang ada dalam tempat kerja anda yang mana saja.

Lalu, apa potensi bahaya dalam tempat kerja? Yuk silahkan kita baca artikel di bawah ini.

Potensi Bahaya di Tempat Kerja

Satu tempat kerja akan berpotensi bahaya yang lain dari tempat kerja yang lain. Ini dapat dipahami sebab situasi tempat kerja yang berlainan. Tetapi, biasanya akan ada persamaan pada beberapa potensi bahaya spesifik.

Untuk contoh pabrik kimia seperti pabrik H2O2, tentu akan memiliki potensi bahaya yang lain dengan perusahaan layanan angkutan.

Tetapi, potensi bahaya kebakaran ada di ke-2 tempat kerja tadi, sebab sumber api serta bahan kimia gampang terbakar berada di dalamnya.

Kemungkinan ada puluhan, ratusan serta ribuan potensi bahaya yang ada dalam tempat kerja. Namun dari banyaknya potensi bahaya itu dapat kita golongkan ke beberapa kelompok.

Kelompok potensi bahaya – seperti dikutip Canadian Center for Occupational Health and Safety – itu mencakup:

  • Biologis
  • Kimia
  • Fisik
  • Ergonomis
  • Psikososial

Potensi-potensi bahaya dalam tempat kerja untuk masing-masing kelompok bisa dilihat pada daftar di bawah ini:

Biologis:

Potensi bahaya yang termasuk juga ke kelompok ini mencakup bahaya yang diakibatkan oleh bakteri, virus, serangga – seperti nyamuk serta tawon, ular, burung, binatang buas, dan sebagainya. Satu contoh nyata yang ada dalam tempat kerja ialah gigitan ular serta sengatan tawon.

Bila lokasi tempat kerja anda dekat sama kawasan hutan, karena itu kekuatan serangan hewan buas jadi potensi bahaya yang nyata juga

Kimia:

Bahan kimia B3 atau bahan beresiko serta beracun adalah potensi bahaya kimia yang umum diketemukan dalam tempat kerja.

Sebutlah saja contohnya tinta yang dipakai pada mesin foto kopi atau printer, bahan pencuci lantai serta bahan bakar genset.

Bahan kimia B3 yang lain yang umumnya di dapatkan pada industri seperti hidrogen peroksida, amonia, asam fosfat, asam fluorida, asam sulfat serta asam nitrat.

Tingkat potensi bahaya yang termasuk juga ke kelompok kimia bergantung dari karakter atau karakter bahan kimia yang dimaksud; gampang meledak, gampang terbakar, beracun, oksidator, iritan dan sebagainya.

Potensi bahaya yang berkaitan dengan bahan kimia ialah:

  • reaksi berantai
  • ledakan
  • kebakaran
  • keracunan
  • iritasi
  • kekurangan oksigen
  • terpaparnya organ-organ badan seperti ginjal, saluran pernafasan, saluran pencernaan, dan sebagainya.

Fisik:

Potensi bahaya yang termasuk juga ke kelompok ini bisa berupa:

  • suhu yang tinggi atau sangat rendah
  • radiasi
  • tekanan yang tinggi, yang bisa berbentuk gas dalam tabung atau pressure vessel
  • tekanan vakum yang sangat rendah
  • alat berputar yang tidak diperlengkapi dengan alat pengaman
  • jatuh dari ketinggian
  • tersengat saluran listrik
  • benda tajam
  • tergelincir
  • terbentur benda keras
  • dan sebagainya

Ergonomis:

Ada banyak potensi bahaya yang termasuk ke kelompok ergonomis salah satunya:

  • gerakan yang terlalu berlebih serta berulang-ulang
  • terlalu banyak menggunakan pengangkatan manual
  • tempat kerja yang direncanakan dengan tidak tepat, termasuk juga tempat duduk
  • tempat berdiri yang terlalu lama
  • sikap duduk yang terlalu lama
  • penyinaran yang begitu minim atau berlebihan
  • getaran atau vibrasi yang melewati ambang batas aman
  • kebisingan yang melewati batas aman
  • suhu ruang kerja yang begitu dingin atau panas

Psikososial:

Faktor psikologi rupanya jadi salah satu unsur pemicu timbulnya kekuatan bahaya yang perlu diamati secara baik supaya tidak muncul masalah keselamatan kerja.

Antara potensi bahaya yang termasuk juga ke kelompok ini diantaranya:

  • jam kerja shift malam
  • jam kerja yang begitu panjang
  • beban kerja yang begitu besar atau begitu rendah
  • tetap kerja dengan deadline yang pendek
  • tidak ada dukungan dari atasan atas masalah dalam tempat kerja
  • ada perselisihan pribadi
  • hubungan yang jelek antara atasan serta bawahan
  • ketersediaan peralatan kerja yang minim
  • gaji atau upah dengan standard yang rendah
  • komunikasi yang tidak berjalan dengan baik

Segera Kerjakan Identifikasi Potensi Bahaya di Tempat Kerja

Bagi perusahaan yang mengaplikasikan Skema Manajemen K3 (SMK3) atau skema manajemen keselamatan OHSAS 18001, karena itu daftar potensi bahaya sama seperti yang diulas di atas wajib dimiliki.

Akan tetapi buat anda yang belum mengaplikasikannya, bisa jadi anda belum mempunyai daftar kekuatan bahaya yang berkaitan dengan tempat kerja anda.

Bila itu permasalahannya, maka segera lakukan identifikasi potensi bahaya. Pada saat pertama kali anda melakukannya kemungkinan tidak semua potensi bahaya anda bisa ketahui.

Tetapi itu tidak jadi masalah. Anda dapat lakukan identifikasi lagi untuk lengkapinya.

Sebab, proses identifikasi kekuatan bahaya ialah proses yang berkaitan. Harus anda kerjakan dengan terus-menerus.

Kerjakan Pengendalian Potensi Bahaya Saat ini

Setelah potensi bahaya dalam tempat kerja dikenal dan identifikasi usai dilaksanakan, karena itu cara berikutnya ialah merencanakan pengendalian bahaya.

Dapat jadi pengendalian bahaya untuk satu potensi bahaya dapat lebih satu. Tetapi, selalu pilih teknik pengaturan bahaya yang sangat efisien, yakni teknik eliminasi.

Dengan teknik ini kita hilangkan kekuatan bahaya jadi 0 alias tidak ada sama sekali.

Untuk ketahui teknik-teknik pengaturan bahaya, anda dapat melihat di sini.

Jangan lupa untuk lakukan penilaian. Lihat apa teknik pengaturan yang diambil memang efektif.

Bila ternyata tidak, karena itu ganti dengan teknik pengaturan yang semakin efisien sampai tingkat kekuatan bahayanya dapat di turunkan jadi bahaya yang dapat ditolelir atau tolerable risk.

Evaluasi Lagi Daftar Potensi Bahaya

Potensi bahaya bisa bertumbuh karena beragam unsur pemicunya. Sebut saja contohnya ada perubahan alat kerja atau bahan kimia yang dipakai.

Secara otomatis karena itu daftar potensi bahaya yang telah anda buat harus dilihat lagi. Karena bisa jadi pengendalian bahayanya belum diaplikasikan.

Pemeriksaan ulang penting juga untuk menilai keefektifan teknik pengaturan yang dipakai.

Selain itu, tiap ada insiden, baik itu kecelakaan kerja atau nearmiss karena itu review pada daftar potensi bahaya harus juga dilaksanakan. Sebab, ini berarti pengaturan bahaya yang diaplikasikan telah dapat dibuktikan kurang atau serta tidak efisien.