Pentingnya Pemahaman K3 pada Pekerja Rumahan

Pekerja rumahan ialah orang yang menghasilkan barang atau menyediakan layanan untuk perusahaan berdasar kesepakatan dimana pekerjaan dilakukan dalam tempat yang diambil sendiri oleh pekerja. Umumnya pekerjaan ini dilakukan di dalam rumah pekerja sendiri. Dalam ini, umumnya tidak ada pengawasan langsung oleh perusahaan selama proses produksi dilakukan.

UU No. 13 Tahun 2003 mengenai Ketenagakerjaan sebenarnya berlaku buat pekerja rumahan. Namun kerja rumahan ini termasuk juga yang susah untuk dipantau serta diawasi. Dengan demikian, pekerja rumahan benar-benar rawan hadapi praktik eksploitatif serta kemungkinan kerja di bawah standard keselamatan dan kesehatan kerja. Untuk itu perlu tanggung jawab dari faksi pemberi kerja untuk memonitor, mengamati serta pastikan penerapan kerja oleh pekerja rumahan ini berjalan dalam kondisi kerja yang layak.

Lingkup Pekerjaan Rumahan

Pekerja rumahan ini sebetulnya lumayan luas bagian kerjanya. Tetapi bila digolongkan dapat dipisah ke empat kategori besar, yaitu :

– Tekstil serta menjahit. Pekerja rumahan akan kerjakan pekerjaan rumahan ini di tempat tinggalnya masing-masing. Disaksikan dari perspektf K3, bahaya penting yang berkaitan dengan pekerjaan ini ialah debu, serat dan kain yang bisa mengakibatkan kesulitan pernafasan, iritasi kulit, cedera karena tertusuk jarum, tempat duduk yang tidak standard hingga bisa membuat punggung tegang, pencahayaan yang jelek yang bisa turunkan fungsi mata, sampai alami sakit di kepala.

– Packing/ pekerjaan perakitan/ finishhing. Karena luasnya cakupan pekerjaan ini, karena itu berbagai bahaya serta permasalahan kesehatan mengancam. Biasanya pekerjaan ini dilaksanakan berkali-kali, yang dapat menyertakan mengangkat barang berat, kerja dengan lem, serta yang lain. Permasalahan kesehatan yang seringkali dirasakan pekerja ini ialah rasa sakit khususnya dibagian tangan serta jari-jari ; otot yang kaku, mata jadi tegang, permasalahan pernafasan, kulit alami iritasi, sakit di kepala, serta mual.

– Sektor listrik dan elektronik. Pada bidang kerja ini yang rawan seperti pemakaian solder yang bisa mengakibatkan asma. Disamping itu pekerjaan dengan pergerakan berkali-kali yang sama bisa mengakibatkan kemelut otot serta kemelut mata.

– Pekerjaan yang berkaitan dengan komputer. Sebab kenaikan teknologi, banyak tipe pekerjaan yang menyertakan computer bisa dilakukan dimanapun. Termasuk juga dalam kelompok ini ialah telemarketing serta pekerja online. Efek kesehatan penting yang dirasakan pekerja ini ialah ketegangan otot, kemelut mata serta sakit di kepala karena salah penataan ruangan kerja.

Tidak cuma masalah fisik, pekerja rumahan rawan alami masalah psikis. Sebab kemungkinan jarang-jarang berhubungan dengan seseorang, ini bisa mengakibatkan isolasi sosial yang dapat menyebabkan terjadinya depresi dan stres.

Hak dan Tanggung Jawab Perusahaan pada Pekerja Rumahan

Perusahaan harus membuat perlindungan kesehatan, keselamatan serta kesejahteraan pekerja rumahan. Karena itu, perusahaan perlu melakukan penilaian efek kegiatan kerja serta ambil aksi yang pas untuk kurangi efek terkait.

Banyak tipe pekerjaan yang dilaksanakan di dalam rumah adalah pekerjaan yang termasuk ‘beresiko rendah’. Meskipun begitu, untuk menjamin keselamatan serta kesehatan pekerja, bagusnya perusahaan turut memperlengkapi pekerja rumahan dengan pemahaman K3 yang baik. Disamping itu, juga bisa perusahaan memberikan fasilitas dengan memberi perlengkapan yang sesuai dengan standard, misalnya bangku ergonomis serta penataan ruangan kerja.

Sementara, untuk pekerja rumahan yang kerja dengan dengan lem atau solder, perusahaan harus sediakan alat pelindung diri. Dengan demikian, risiko yang mengancam keselamatan serta kesehatan pekerja bisa dikurangi. Disamping itu, ada pula pekerja rumahan, namun melakukan perjalanan. Misalnya agen pemasaran atau konsultan usaha yang perlu lakukan perjalanan untuk berjumpa dengan client. Di sini perusahaan harus pastikan mobil armada yang digunakan dirawat secara baik. Supaya perjalanan kerja yang dilaksanakan bisa aman.

Bila memang pekerja rumahan ini menyopir sendiri kendaraaannya, perusahaan perlu pastikan jika pekerja memang dapat menyopir dengan aman. Bila di rasa kurang, perusahaan dapat memberikan fasilitas dengan lakukan pelatihan mengemudi buat pekerja ini.

Bukan hanya itu, perusahaan dengan cara teratur perlu berkunjung ke pekerja rumahan untuk lakukan penilaian risiko. Dengan pengamatan seperti ini, standard K3 buat pekerja rumahan semakin lebih terjamin.

Penting buat perusahaan untuk memberi training keselamatan kerja berkaitan dengan pekerjaan yang diberi. Karena pekerja rumahan ini tidak mendapatkan pengawasan langsung setiap harinya.