Perlindungan Pernafasan di Tempat Kerja

Perlindungan Pernafasan di Tempat KerjaDi industri konstruksi dan manufaktur khususnya, beberapa karyawan benar-benar rawan terserang debu berbahaya, asap, kabut, uap, gas, serta partikel yang menyebar ke udara. Terkadang ada pula kondisi dimana pekerja harus bekerja di lingkungan dengan sedikit oksigen.

Terus menerus ada dalam kondisi ini, karyawan sangat riskan terserang kanker, gangguan paru-paru, atau penyakit yang lain. Karena itu, karyawan yang kerja dalam lingkungan kerja semacam ini harus diperlengkapi dengan perlindungan pernafasan. Agar bahaya bahan kimia berbahaya serta partikel memiliki ukuran kecil tidak sampai membuat permasalahan kesehatan yang serius buat karyawan. Dengan begitu, adanya perlindungan pernapasan buat karyawan sangat mutlak diperlukan. Agar bisa membuat perlindungan karyawan dari terserang penyakit.

Saat pekerja bekerja di lingkungan kerja yang beresiko, misalnya kurang oksigen atau terdapatnya partikel beresiko, akan terasa jika denyut jantung pekerja berpacu bertambah cepat, tarikan napas juga berasa bertambah, serta otak serasa tidak bisa kerja dengan normal. Bila itu terus terjadi, pekerja bisa kehilangan kesadaran serta konsentrasi yang selanjutnya bisa menyebabkan berlangsungnya kecelakaan kerja.

Walau kemungkinan kehilangan kesadaran itu cuma berlangsung sepersekian detik saja, tetapi bisa menyebabkan buruk. Bisa menyebabkan kecelakaan pada diri pekerja, rekanan kerja, atau tempat kerja. Untuk itu, penting menggunakan perlindungan pernafasan yang sesuai untuk pekerjaan yang sedang dikerjakan.

Agar potensi bahaya itu bisa diminimalisir sekaligus juga bisa meningkatkan keselamatan pekerja serta tempat kerja. Dengan demikian, pekerja akan beraktivitas dengan bertambah nyaman yang selanjutnya akan berbuntut pada penambahan produktivitas.

Karena itu, karyawan harus menggunakan alat perlindungan pernapasan (respirator) saat kerja. Tetapi tidak hanya itu, perusahaan juga perlu pikirkan untuk mengurangi atau menghilangankan zat pencemar itu supaya potensi bahaya itu semakin dapat dikurangi. Contohnya dengan memakai bahan yang lebih ramah buat lingkungan serta pernafasan pekerja.

Memang harus disadari, walau telah menggunakan alat pelindung pernapasan, tidak seluruhnya aman. Karena respirator ini mempunyai kekurangan. Walaupun begitu, memakai alat pelindung pernapasan ini ialah langkah yang paling mungkin untuk menahan supaya penafasan pekerja tidak terpapar terlalu berlebih bahan berbahaya.

Faktor Program Perlindungan Pernapasan Karyawan

Perusahaan harus membuat program perlindungan yang efisien buat semua karyawan. Yaitu dengan mewajibkan karyawan menggunakan alat pelindung pernapasan ini saat bekerja. Alat pelindung pernapasan itu banyak macamnya. Dan agar program ini dapat berjalan dengan sukses, di bawah ini unsur yang harus dipenuhi program ini.

  • Penuhi persyaratan tentang administrasi program ini
  • Mekanisme spesifik dalam tempat kerja
  • Pilih respirator yang sesuai keadaan tempat kerja
  • Karyawan dilatih untuk memakai respirator serta mengetahui kekuatan bahaya yang kemungkinan ada
  • Tes fisik pada karyawan
  • Evaluasi medis pada karyawan
  • Penggunaan respirator yang benar.
  • Pembersihan, perawatan, serta perbaikan resirator

Itulah yang perlu dikerjakan supaya program perlindungan pernapasan dapat berjalan dengan baik. Jika dibutuhkan ada pengawas yang mengamati dengan khusus penerapan program ini. Agar ada kontrol yang baik yang bisa jaga keselamatan kerja karyawan.

Mengatur Kontaminan Udara

Bila perusahaan berniat mengharuskan karyawan menggunakan respirator, harus dinyatakan jika respirator yang diambil sesuai tipe pekerjaan yang dikerjakan serta kekuatan bahaya yang ada. Dengan demikian, respirator ini bisa berperan maksimal dalam membuat perlindungan karyawan dari mengalami kecelakaan kerja atau penyakit.

Tetapi sebelum penggunaan respirator ini, perusahaan harus lebih dulu berusaha untuk mengatur kontaminan udara, dengan:

  • Hilangkan kontaminan dengan bahan lainnya yang tidak beracun
  • Mengaplikasikan beberapa langkah pengaturan, seperti dengan menutup proses, memakai ventilasi pengenceran atau pembuangan lokal
  • Lakukan kontrol administratif, seperti dengan kurangi jumlahnya waktu kerja karyawan.

Baru bila semua usaha mengatur kontaminan ini sudah dikerjakan, respirator dapat dikerjakan bila:

  • Tidak dimungkinkan untuk lakukan kontrol di atas sebab contohnya berkaitan tempat kerja yang contohnya masuk ke dalam bawah tanah
  • Saat upaya kontrol di atas masih dalam proses
  • Saat upaya kontrol tidak cukup untuk kurangi bahaya pernapasan
  • Bila berlangsung kondisi genting

Dengan begitu, pemakaian alat perlindungan pernapasan ini masih bukan salah satu langkah membuat perlindungan pernapasan karyawan. Tetapi sebuah sisi dari skema keselamatan yang terencana. Bila memang tidak ada langkah lain tidak hanya dengan memakai alat pelindung nafas, karena itu ini mutlak harus dikerjakan perusahaan.