Tips Keselamatan Berkendara di Jalan Raya agar Tetap Aman

Tips Keselamatan Berkendara di Jalan Raya agar Tetap AmanJalan adalah tempat alat transportasi berlalu-lalang, sekaligus juga untuk tempat beberapa pekerja pergi ke tempat kerja serta pulang kerja. Tidak itu saja, banyak pekerja yang kerja di jalanan seperti polisi jalan raya serta pekerja konstruksi jalan. Pada umumnya kita telah mengerti jika jalan adalah tempat yang banyak mempunyai risiko diantaranya yakni kecelakaan transportasi.

Untuk media beberapa pekerja menuju serta pulang dari tempat kerja, perusahaan sebetulnya perlu untuk memerhatikan jalur aman buat beberapa pekerjanya supaya sampai ke tempat kerja dengan selamat. Hal itu jadi penting terlebih bila tempat kerja pekerja ada di wilayah yang lewat jalan yang beresiko tinggi berlangsung kecelakaan. Ini termasuk juga waktu untuk sampai ke tempat kerja, apakah pekerja dapat sampai ke tempat kerja pas waktu atau mungkin tidak.

Tetap ada efek yang berhubungan dengan berkendara yang tidak bisa sepenuhnya dikontrol. Sebuah perusahaan bertanggungjawab untuk mengendalikan efek serta melakukan semua yang dapat dilakukan membuat perlindungan orang dari efek yang sama saat lewat jalan ke arah tempat kerja.

Cukup banyak pekerja yang lakukan perjalanan kerja dari tempat kerja satu ke tempat kerja yang lain. Daftar di bawah ini adalah beberapa hal yang penting diperhatikan untuk jaga keselamatan serta kesehatan kerja di jalanan.

Pengendara harus:

  • Kompeten serta dapat lakukan pekerjaan melalui jalan yang aman untuk mereka serta orang lain. Pengendara perlu mempunyai surat mengemudi seperti SIM serta surat kendaraan yang dinaiki. Dalam berkendara, pengendara memerhatikan rambu-rambu lalu-lintas serta menaatinya hingga tidak mencemoohkaan diri sendiri serta orang lain.
  • Terlatih dengan baik. Pengendara telah terlatih memakai kendaraan yang akan dipakai, contohnya telah terlatih mengemudikan mobil. Bila belum terlatih karena itu pengendara dapat tingkatkan risiko di jalanan. Seharusnya memakai sopir atau pekerja lain yang telah terlatih memakai kendaraan itu.
  • Mempunyai kondisi fisik yang sehat dan bugar untuk berkendara dengan aman serta tidak membuat diri mereka serta seseorang dalam keadaan bahaya. Pengendara perlu mengerti situasi dirinya apakah dapat berkendara sejauh tempat yang dituju. Kondisi badan yang kurang sehat dapat menyebabkan fatal saat berkendara.
  • Mempunyai informasi yang akan membantu mereka kurangi risiko, seperti langkah mengganti ban, tempat pengisian bahan bakar, dan sebagainya. Sebelum berkendara ke tempat kerja karena itu pengendara seharusnya tahu sedikit teknis mengenai kendaraan itu, bagaimana cara untuk melakukan perbaikan bila terjadi kerusakan atau mempunyai info bengkel paling dekat. Walau kendaraan telah terisi bahan bakar penuh, tetapi pengendara perlu tahu apa di selama perjalanan ada tempat pengisian bahan bakar serta tahu dimana tempat itu.
  • Tahu langkah berkendara yang baik, aman, serta sehat seperti langkah duduk yang baik waktu berkendara. Waktu akan berkendara, pengendara perlu menyesuaikan diri dengan cara nyaman hingga sepanjang perjalanan tubuhnya tidak alami masalah seperti pegal-pegal atau kram. Berkendara memakai mobil atau motor akan sedikit tidak sama khususnya dalam soal kenakan pakaian serta penggunaan alat pelindung diri seperti helm serta sabuk pengaman.

Kendaraan yang dipakai harus:

  • Sesuai tujuan kendaraan itu digunakan, apa untuk alat transportasi saja atau mungkin untuk kebutuhan lain seperti promo. Untuk alat transportasi dari satu tempat ke lain tempat karena itu hal yang perlu jadi perhatian ialah medan jalan yang dilakukan, apa jalan aspal biasa saja atau jalanan turun-naik serta berbatu. Tipe kendaraan yang dipakai akan berbeda bila harus lewat jalanan dengan risiko tertentu.
  • Dalam keadaan aman serta siap untuk digunakan. Kendaraan harus dalam keadaan siap untuk dipakai yakni telah terisi bahan bakarnya, tidak ada kerusakan, serta bisa dipakai ke tempat tujuan.

Perencanaan perjalanan harus:

  • Tahu jalan yang bisa digunakan
    Untuk menuju satu tempat biasanya ada beberapa jalan yang dapat ditempuh, tetapi ada pula yang hanya ada satu jalan. Perencanaan perjalanan seharusnya memberi instruksi jalan yang sangat aman untuk dipakai.
  • Sesuai jadwal kerja
    Jadwal perjalanan sesuai dengan agenda pekerjaan yang dilaksanakan serta tidak memberatkan pekerja.
  • Tidak membuat pengendara dalam risiko sebab kelelahan kerja
    Perjalanan kerja yang dilaksanakan sebaiknya memikirkan situasi pekerja waktu itu apakah sudah siap melakukan perjalanan atau mungkin tidak. Contohnya saja minta pekerja lakukan perjalanan kerja sepulang kerja pada malam hari, apa itu tidak membuat pengendara beresiko sebab kecapekan kerja.
  • Memperhatikan situasi cuaca saat jadwal perjalanan
    Situasi cuaca saat perjalanan jadi risiko yang bisa membahayakan pekerja. Bila cuaca jelek karena itu perjalanan seharusnya dipending terlebih dulu.