Dampak Jika Suatu Perusahaan Tidak Melakukan K3 Pada Karyawannya

dampak jika suatu perusahaan tidak melakukan k3 pada karyawannyadampak jika suatu perusahaan tidak melakukan k3 pada karyawannya – Karena program K3 yang sangatlah penting untuk menjamin keselamatan serta kesehatan para karyawan perusahaan, pasti perusahaan akan mendapatkan dampak yang buruk jika perusahaan tidak memberi pelayanan K3 pada karyawannya, misalnya:

1. Terjadinya Cidera bahkan juga dapat Mengakibatkan Kematian pada Tenaga Kerja

Perihal ini dikarenakan perusahaan tidak melakukan pemeliharaan serta pemeriksaan berkala pada peralatan-peralatan yang ada di perusahaan itu. Sebab bisa jadi perlengkapan itu rusak. Bila tidak diterapkan K3, pasti karyawanlah sebagai korbannya sampai mengalami cidera, bahkan yang terparah dapat menyebabkan kematian.

2. Mengakibatkan Penyakit

Minimnya kebersihan lingkungan perusahaan karena tidak terawatnya lingkungan itu, bisa jadi sarang penyakit. Hingga kesehatan karyawan juga terancam.

3. Memberi Kerugian

Jika banyak tenaga kerja yang mengalami kecelakaan, pasti perusahaan akan mengalami kerugian sebab perusahaan mesti menanggung biaya kecelakaan dari karyawan itu. Ditambah lagi berkurangnya karyawan yang ada diperusahaan itu.

4. Proses Kerja di Perusahaan Terkendala

Sebab K3 yang tidak diterapkan sampai memunculkan kecelakaan, pasti proses kerja di perusahaan itu akan terganggu serta terhambat. Sebab berkurangnya karyawan yang bekerja di perusahaan itu hingga proses kerja jadi lebih lambat dari biasanya.

D. Hambatan dalam Penerapan K3 di Perusahaan

Hambatan dari sisi pekerja/ masyarakat :

  • Tuntutan pekerja masih pada keperluan dasar
  • Banyak pekerja tidak menuntut jaminan k3 sebab SDM yang masih tetap rendah.

Kendala dari bagian perusahaan:

Perusahaan yang biasanya lebih mengutamakan biaya produksi atau operasional serta meningkatkan efisiensi pekerja untuk menghasilkan keuntungan yang sebesar-besarnya.
Meskipun K3 telah dipandang terpenting dalam faktor pekerjaan operasi akan tetapi di dalam realisasinya masih tetap saja didapati hambatan dan kendala-kendala. Hambatan itu ada yang berbentuk makro (di tingkat nasional) serta ada juga yang berbentuk mikro (dalam perusahaan).

1. Kendala Makro

Di tingkat nasional (makro) ditemui banyak aspek yang merupakan masalah yang mengakibatkan kurang berhasilnya program keselamatan kerja diantaranya :

a. Pemerintah

Masih dirasa terdapatnya kekurangan dalam masalah pembinaan (resmi & non resmi), bimbingan (pelayanan info, standard, code of pratice), pengawasan (ketentuan, pemantauan / monitoring dan sangsi pada pelanggaran), dan bagian-bagian pengendalian bahaya.

b. Teknologi

Perubahan teknologi perlu diprediksi agar bahaya yang ditimbulkannya bisa diminimalisasi atau di hilangkan benar-benar dengan pemakaian keterampilan di bagian pengendalian bahaya.

c. Sosial budaya

Terdapatnya kesenjangan sosial budaya dalam bentuk rendahnya disiplin serta kesadaran masyarakat pada permasalahan keselamatan kerja, kebijaksanaan asuransi yang tidak berorientasi pada pengendalian bahaya, perilaku penduduk yang belum sepenuhnya memahami pada bahaya-bahaya yang ada pada industri dengan teknologi mutakhir dan terdapatnya budaya “santai” serta “tidak peduli” dari penduduk atau dalam kata lainnya belum ada “budaya” memprioritaskan keselamatan di penduduk / pekerja

2. Kendala Mikro

Permasalahan yang berbentuk mikro yang terjadi di perusahaan diantaranya terbagi dalam :

a. Kesadaran, Dukungan serta Keterkaitan

Kesadaran, dukungan serta keterkaitan manajemen operasi pada upaya pengendalian bahaya dirasa masih begitu kurang. Kondisi ini akan membudaya mulai dari lapis bawah hingga banyak para karyawan memilki kesadaran keselamatan yang rendah, selain itu pengetahuan mereka pada bagian rekayasa serta manajemen keselamatan kerja sangat terbatas. Ditambah lagi asumsi jika K3 ialah cost center yang walau sebenarnya malah sebaliknya.

b. Potensi yang Terbatas dari Petugas Keselamatan Kerja

Potensi petugas keselamatan kerja di bagian eksperimen operasi, eksperimen keselamatan kerja, manajemen pengendalian bahaya dirasa begitu kurang hingga merupakan masalah diperolehnya kapasitas keselamatan kerja yang baik. Karena dibanding kekurangan ini adanya ketimpangan pada semakin majunya teknologi terapan dengan dampak negatif yang semakin tinggi dengan potensi beberapa petugas keselamatan kerja dalam menghadapi kondisi yang semakin beresiko.

Perihal ini pun karena disebabkan minimnya peningkatan SDM di bagian K3 atau kurang dikembangkannya perkembangan dunia pendidikan di bagian ini.

c. Standar, Code of Practice

Masih minimnya standard-standard serta code practice di bagian keselamatan kerja dan penyebaran info di bagian pengendalian bahaya industri yang masih hanya terbatas akan menambah memperbesar kemungkinan yang dihadapi.

SHARE