Hal-Hal Penting Yang Perlu Anda Kenali Mengenai Daya Listrik

Kualitas Daya Listrik (Power Quality). Listrik yang berkualitas ialah listrik yang memiliki tegangan dan frekwensi yang stabil sesuai nilai nominalnya. Dalam range yang ditetapkan, frekwensi yang konstan dan benar-benar dekat sama nilai nominalnya (dalam sepersekian persen) (Von Meier Alexander, 2006). Persoalan yang umum terjadi pada kualitas daya listrik (power quality) yakni persoalan daya listrik yang alami penyelewengan baik tegangan, arus, dan frekwensi hingga memunculkan ketidakberhasilan atau kekeliruan operasi pada perlengkapan.

Supply daya listrik dari generator pembangkit sampai ke beban dioperasionalkan dalam batasan toleran patokan kelistrikannya seperti tegangan, arus, frekwensi, dan wujud gelombang. Peralihan dan deviasi di luar batasan toleran patokan itu benar-benar punya pengaruh pada kualitas daya yang mengakibatkan operasi tidak efesien dan bisa menghancurkan piranti (Von Meier Alexander, 2006).

Kualitas daya banyak dikuasai di antara oleh tipe beban yang tidak linear, ketidak imbangan pembebanan, distorsi gelombang harmonik yang melewati standard dan lain- lain. Pengurangan kulaitas daya bisa mengakibatkan kenaikan rugi-rugi pada segi beban, bahkan juga mengakibatkan pengurangan kemampuan daya pada sumber pembangkit (generator).

Pemahaman Daya Listrik

Daya mempunyai makna sebagi energi per unit waktu (Von Meier Alexander, 2006). Daya sebagai jumlah energi listrik yang dipakai untuk lakukan usaha dalam mekanisme tenaga listrik. Unit untuk daya listrik biasanya ialah Waatt. Daya di suatu mekanisme tegangan bolak-bali (AC) dikenali dengan 3 jenis yakni daya aktif (riil) dengan lambang (P) satuannya ialah Watt (W), daya reaktif dengan lambang satuannya ialah volt ampere reactive (VAR) dan daya semu dengan lambang (S) satuannya ialah volt ampere (VA).

Jenis – Jenis Daya Listrik :
  • Daya Aktif : Daya aktif ialah daya rata-rata yang sesuai kemampuan sebetulnya ditransmisikan atau dimakan oleh beban (Von Meier Aleander, 2006). Contoh-contoh dari daya aktif ialah energi panas, energi teknisi, sinar dan daya aktif mempunyai unit berbentuk watt (W).
  • Daya Reaktif : Daya reaktif ialah jumlah daya yang dibutuhkan untuk pembangunan medan magnet (Von Meier Alexander, 2006). Dari pembangunan medan magnet maka tercipta fluks medan magnet. Contoh daya yang memunculkan daya reaktif ialah trasnformator, motor, lampu pijar dan lain – lain. Daya reaktif mempunyai unit berbentuk volt ampere reactive (VAR).
    Daya Semua : Daya Semu ialah daya yang dibuat oleh perkalian di antara tegangan dan arus pada suatu jaringan (Von Meier Alexander, 2006) atau daya yang disebut hasil penjumlahan trigonometri daya aktif dan daya reaktif. Daya semu adalah daya yang dikeluarkan sumber alternation current (AC) atau di serap oleh beban. Unit dari daya semu yakni volt ampere (VA).
Faktor Daya

Faktor daya ialah perbedaan di antara daya aktif dengan daya semu (C. Sankaran, 2002). Faktor daya atau faktor kerja memvisualisasikan pojok phasa di antara daya aktif dan daya semu. Daya aktif dipakai untuk menjalankan beban-beban pada konsumen setia listrik. Daya semu dibuat oleh generator pembangkit yang ditransmisikan ke konsumen setia listrik. Daya reaktif yang semakin bertambah akan mengakibatkan turunny faktor daya listrik. Langkah yang gampang untuk memperhitungkan turunnya faktor daya listrik bisa dilaksanakan dengan pilih beban-beban yang memiliki faktor daya besar dapat dilaksanakan dengan memasangkan kapasitor.

Kapasitor ialah elemen listrik yang malah hasilkan daya reaktif pada jaringan di mana ia terhubung. Penempatan kapasitor bisa membenahi faktor daya, bila faktor daya di benahi karena itu daya reaktif bisa menyusut dan dekati daya aktif. Satu beban dengan faktor daya 1.0 sebagai beban yang cuma memiliki kandungan nilai resistansi murni dan sebagai pembebanan yang paling efektivitas. Beban dengan faktor daya yang rendah (0.5) sebagai beban yang memiliki kandungan nilai induktansi yang mengakibatkan rugi yang semakin tinggi dalam mekanisme supply tenaga listrik.

Faktor daya yang rendah terkait dengan berbeda fasa di antara arus dan tegangan pada terminal beban. Pojok fasa arus beban yang rendah umumnya disebabkan oleh pemakaian beban induktif seperti transformator, motor induksi, lampu TL dan beban eleltronik yang lain.