Limbah B3 Dan Contohnya

Limbah ialah hal yang paling umum kita hasilkan jadi makhuk hidup. Tidak cuma pabrik serta kendaraan bermotor saja yang bisa menghasilkan limbah, tapi kita jadi makhluk hidup adalah penghasil limbah yang benar-benar produktif. Limbah atau hasil akhir satu proses nyatanya bukan hanya terkelompokan dalam satu jenis saja. Tetapi terdapat beberapa tipe limbah yang sudah dikalsifikasikan serta ditata oleh pemerintah, dimana diantaranya ialah limbah b3. Apakah itu limbah b3? Kemungkinan beberapa dari kita yang belum kenal apakah itu limbah b3, padahal tanpa kita ketahui dalam kehidupan setiap hari kita telah membuahkan limbah b3 itu.

Pemahaman Limbah B3

Ya, jadi pemerintah sudah mempunyai ulasan tertentu menganai limbah b3 ini. Dimana dalam Ketentuan Pemerintah nomor 74 tahun 2001 sudah didefinisikan apakah itu limbah b3 atau limbah bahan beresiko serta beracun. Limbah bahan beresiko serta beracun yang disingkan dengan limbah b3 ini ialah limbah yang bila dilihat dengan sifatnya, konsentrasinya, termasuk jumlahnya memiliki kecenderungan mencemari sekitar lingkungan, membahayan lingkungan di sekitar kita sampai menghalangi/mengakibatkan kerusakan kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya.

Contoh Limbah B3

Karena limbah b3 sendiri sudah ditata oleh pemerintah, kita tidak dapat langsung tentukan ini limbah b3, itu limbah b3 atau yang lainya. Karena baik itu klasifikasi dan misalnya sudah banyak ditata pada ketentuan pemerintah dengan nomor yang sama. Yakni contoh dari limbah b3 ialah limbah yang mempunyai beberapa ciri seperti di bawah ini:

– Mudah meledak, oksidasi tinggi serta mudah menyala/terbakar ialah contoh beberapa ciri dari salah satunya tipe limbah b3 yang pertama. Jadi, bila kita temukan suatu hal yang kira-kira tidak terpakai tapi mempunyai pertanda gampang meledak, oksidasi tinggi serta gampang terbakar telah masuk dalam kelompok limbah bahan beresiko serta beracun. Misalnya kaleng sisa gas, kaleng sisa obat nyamuk, korek isi gas yang tidak terpakai.

– Beracun

Bahan sisa/limbah apapun yang mempunyai risiko meracuni manusia serta makhluk hidup lainnya, membuat kesakitan pada makhluk hidup, mematikan keseburan tanaman/lingkungan, menyebakan kecacatan/kesakitan bila bersentuhan dengan kulit, mata, terminum serta lainnya contohnya bekas cairan pembersih lantai.

– Korosif

Disebut korosif bila ingin menimbulkan reaksi kimia jika limbah ini tersentuh tangan sehingga terjadi ruam-ruam merah, rasa panas sampai membuat kerusakan kulit. Tidak itu saja, disebutkan korosif bila membuat reaksi berkarat pada besi saat tersentuh besi. Sampah yang mempunyai kandungan PH asam ≤ 2 serta basa lebih dari 12.5 juga masuk dalam kelompok korosif seperti misalnya limbah b3 yang termasuk dalam kelompok ini ialah pemutih baju, pembersih porselen, serta cairan kimia lainnya.

– Infeksius

Karakter limbah b3 yang selanjutnya limbah yang infeksius. Limbah infeksius memang jarang-jarang diketemukan pada limbah rumah tangga. Tapi, beberapa tempat khusus seperti rumah sakit serta klinik ialah sumber penting limbah b3 yang satu ini. Ada banyak contoh dari limbah b3 infeksius ini misalnya jarum suntik, selang infus, verban sisa cedera pasien, darah, serta beberapa hal lain yang sejenis.

Pengelolahan limbah b3 ini sendiri juga ditata oleh ketentuan serta nomor yang sama dimana arah dari pengelolahan limbah ini ialah menahan terjadinya kerusakan lingkungan serta mengatasi akibatnya karena limbah b3 ini, dan melakukan usaha penyelesaian serta pemulihan pada beberapa hal yang sudah terlanjur tercemar oleh limbah b3 ini dengan melakukan usaha paling optimal supaya kualitas lingkungan serta kesehatan bisa kembali seperti sebelumnya.